Sabtu, 26 April 2025

POTRET MINIMNYA KESADARAN KOLEKTIF DI ERA MASA KINI


Potret Minimnya Kesadaran Kolektif di Era Kini

By Sahabat: Hanif Muzaki

Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya aktivitas individualistik, organisasi-organisasi saat ini menghadapi tantangan baru: semakin banyak kader yang direkrut, namun semakin sedikit pula yang benar-benar terlibat. Fenomena kader yang masif namun pasif bukan hanya persoalan kuantitas versus kualitas, melainkan juga soal kesadaran—yang per hari ini, terlihat semakin menurun.



Kader hadir di awal, saat proses rekrutmen atau pelatihan, namun kemudian menghilang dari ruang-ruang gerakan. Mereka ada di daftar, tapi tak tampak dalam aksi nyata. Keikutsertaan menjadi formalitas, bukan panggilan komitmen. Kesadaran untuk aktif, yang seharusnya tumbuh dari pemahaman terhadap visi organisasi, kini tergeser oleh rutinitas pribadi, distraksi digital, atau bahkan ketidakpedulian.



Minimnya kesadaran ini bisa disebabkan oleh pola kaderisasi yang terlalu normatif—berbasis teori tanpa kedekatan emosional. Kader tidak merasa memiliki organisasi karena sejak awal tidak dibangun rasa keterikatan yang kuat. Selain itu, budaya instan yang berkembang di masyarakat membuat proses panjang dan kerja kolektif dalam organisasi dianggap tidak menarik atau bahkan membebani.



Padahal, keaktifan bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang membentuk karakter, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi kehidupan bermasyarakat. Jika kader terus dibiarkan pasif, organisasi akan kehilangan denyutnya. Ia akan berjalan dengan sistem, tapi tanpa semangat.



Per hari ini, organisasi harus lebih adaptif dalam menumbuhkan kesadaran kader. Pendekatan yang personal, pemanfaatan media digital yang relevan, serta pemberian ruang eksplorasi bagi kader untuk tumbuh sesuai minat dan potensinya adalah kunci untuk membangkitkan kembali semangat kolektif.



Kesadaran tidak bisa dipaksakan, tapi bisa dibangun. Maka, pekerjaan besar kita hari ini bukan sekadar mengajak orang bergabung, tapi bagaimana membuat mereka mau dan merasa perlu untuk terus bergerak bersama.


Jumat, 25 April 2025

MINIMNYA MINAT MEMBACA DIKALANGAN MAHASISWA





Minimnya Minat Membaca di Kalangan Mahasiswa

Minimnya Minat Membaca di Kalangan Mahasiswa: Refleksi dan Upaya Solutif
Karya Sahabati: Esa Nafisah

Membaca merupakan aktivitas fundamental dalam dunia pendidikan tinggi. Kemampuan literasi yang baik berperan penting dalam membentuk cara berpikir kritis, kemampuan analitis, serta kecakapan akademik seorang mahasiswa. Namun, data menunjukkan bahwa minat membaca mahasiswa Indonesia masih tergolong rendah. UNESCO pernah mencatat bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, yang artinya dari 1.000 orang, hanya satu yang memiliki minat membaca serius (UNESCO, 2016). 


Di tingkat mahasiswa, rendahnya minat membaca tampak dari minimnya partisipasi dalam diskusi ilmiah berbasis bacaan, rendahnya kualitas penulisan karya ilmiah, serta dominasi sumber-sumber tidak akademik dalam tugas perkuliahan. Survei Perpustakaan Nasional (2020) juga menyebutkan bahwa mahasiswa lebih sering membaca karena keperluan akademik (tugas atau ujian), bukan karena dorongan pribadi atau keinginan memperluas wawasan.


Faktor penyebabnya cukup kompleks. Pertama, kehadiran teknologi digital menciptakan budaya instan di mana mahasiswa lebih terbiasa dengan informasi singkat dari media sosial atau platform video. Hal ini menurunkan toleransi terhadap bacaan panjang dan mendalam. Kedua, sistem pembelajaran yang lebih menekankan hasil (output) ketimbang proses intelektual turut mendorong mahasiswa mencari jalan pintas, seperti membaca ringkasan atau mencari jawaban cepat. Ketiga, belum semua kampus memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai, baik dari sisi koleksi maupun akses digital.


Minimnya minat baca ini berdampak luas. Mahasiswa kesulitan menyusun argumen berbasis literatur, kemampuan menulis akademik menurun, dan lebih rentan terhadap hoaks atau informasi tidak kredibel karena tidak terbiasa melakukan verifikasi melalui sumber yang valid. Padahal, dalam konteks pendidikan tinggi, literasi informasi menjadi salah satu indikator utama kualitas lulusan.


Untuk menjawab tantangan ini, dibutuhkan pendekatan komprehensif. Perguruan tinggi perlu mengintegrasikan literasi sebagai bagian dari kurikulum inti, bukan hanya tanggung jawab dosen Bahasa Indonesia atau mata kuliah wajib umum. Dosen juga diharapkan memberi penekanan lebih
pada telaah literatur dan penugasan yang mendorong eksplorasi bacaan. Selain itu, pengembangan perpustakaan digital, workshop literasi informasi, serta kampanye membaca melalui komunitas mahasiswa bisa menjadi langkah konkret.


Membangun budaya membaca di kalangan mahasiswa adalah investasi jangka panjang. Tanpa itu, sulit membayangkan hadirnya generasi intelektual yang mampu bersaing di tengah derasnya arus informasi global. Literasi adalah fondasi peradaban; dan mahasiswa, sebagai kelompok terpelajar, harus menjadi ujung tombaknya.

#membaca
#literasi
#mimimnyaminatbaca

Selasa, 22 April 2025

KEPEMIMPINAN MAHASISWA DALAM MEMBANGUN TOLERANSI DAN KEADILAN


 

Kepemimpinan Mahasiswa dalam Moderasi Beragama Dalam Membangun Toleransi dan Keadilan

Oleh: Hanif Muzaki

ANGGOTA PK PMII KI PATIH SAMPUN INSIP PEMALANG


Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan masyarakat. Dalam konteks moderasi beragama, mahasiswa dapat memainkan peran sebagai agen perubahan yang efektif. Kepemimpinan mahasiswa dalam moderasi beragama dapat membantu membangun toleransi dan keadilan dalam masyarakat.


Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman agama, suku, dan budaya. Namun, keberagaman ini seringkali menjadi sumber konflik dan ketegangan. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beberapa kasus konflik berbasis agama, seperti kasus penyerangan terhadap minoritas agama dan kasus diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi sangat penting dalam membangun toleransi dan keadilan dalam masyarakat.


Mahasiswa dapat memainkan peran penting dalam moderasi beragama. Pertama, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam membangun toleransi dan keadilan. Mahasiswa dapat melakukan kampanye kesadaran dan edukasi tentang pentingnya toleransi dan keadilan. Kedua, mahasiswa dapat menjadi mediator dalam konflik berbasis agama. Mahasiswa dapat membantu memfasilitasi dialog dan komunikasi antara kelompok-kelompok yang berkonflik. Ketiga, mahasiswa dapat menjadi advokat untuk hak-hak minoritas agama. Mahasiswa dapat membantu memperjuangkan hak-hak minoritas agama dan memastikan bahwa mereka tidak didiskriminasi.


Kepemimpinan mahasiswa dalam moderasi beragama sangat penting dalam membangun toleransi dan keadilan. Pertama, kepemimpinan mahasiswa dapat membantu membangun kesadaran dan komitmen terhadap moderasi beragama. Kepemimpinan mahasiswa dapat membantu memfasilitasi diskusi dan debat tentang pentingnya moderasi beragama. Kedua, kepemimpinan mahasiswa dapat membantu membangun jaringan dan kerja sama antara kelompok-kelompok yang berbeda. Kepemimpinan mahasiswa dapat membantu memfasilitasi kerja sama antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam membangun toleransi dan keadilan.

Kepemimpinan mahasiswa dalam moderasi beragama sangat penting dalam membangun toleransi dan keadilan dalam masyarakat. Mahasiswa dapat memainkan peran sebagai agen perubahan yang efektif, mediator, dan advokat untuk hak-hak minoritas agama. Kepemimpinan mahasiswa dapat membantu membangun kesadaran dan komitmen terhadap moderasi beragama, serta membangun jaringan dan kerja sama antara kelompok-kelompok yang berbeda. Oleh karena itu, kepemimpinan mahasiswa dalam moderasi beragama harus terus dikembangkan dan diperkuat dalam membangun masyarakat yang lebih toleran dan adil.

Senin, 21 April 2025

SELAMAT HARI KARTINI

 


[SELAMAT HARI KARTINI]


Kami segenap pengurus dan kader PMII ki patih sampun INSIP mengucapkan selamat hari kartini "Habis gelap terbitlah terang"



Fikir, Dzikir, Amal Sholeh



_____________________________

BIDANG MEDIA & INFORMASI

MENGENANG SEMANGAT R.A KARTINI

 



Mengenang Semangat R.A. Kartini: Perempuan, Pendidikan, dan Perjuangan


Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Bukan sekadar mengenang sosok perempuan bangsawan dari Jepara, tetapi juga meneladani semangat dan pemikiran Raden Ajeng Kartini yang melampaui zamannya. Kartini adalah simbol perjuangan emansipasi perempuan—gagasan yang pada masa itu terdengar nyaris mustahil.


Kartini lahir pada 21 April 1879 dari keluarga priyayi Jawa. Di tengah tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan, Kartini tumbuh menjadi sosok yang haus ilmu pengetahuan. Ia menulis surat-surat yang berisi keresahan, harapan, dan impiannya kepada teman-temannya di Belanda. Surat-surat ini kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, menjadi bukti bahwa pikiran perempuan bisa sangat tajam dan visioner.


Salah satu pemikiran Kartini yang paling kuat adalah tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Baginya, perempuan tidak boleh hanya dipersiapkan untuk menjadi istri dan ibu rumah tangga, tetapi juga manusia utuh yang punya kesempatan untuk belajar, berpikir, dan berkarya. Ia ingin melihat perempuan-perempuan Indonesia berdiri sejajar, bukan dalam pertentangan dengan laki-laki, tapi sebagai mitra dalam membangun bangsa.


Hari ini, lebih dari seabad setelah kepergiannya, perjuangan Kartini masih relevan. Perempuan Indonesia sudah jauh melangkah, tapi tantangan belum sepenuhnya usai. Masih banyak yang harus diperjuangkan: akses pendidikan yang setara, perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan, dan kesempatan yang adil di dunia kerja maupun politik.


Kartini mengajarkan kita bahwa perubahan besar bisa dimulai dari pikiran dan kata-kata. Sebuah surat bisa menjadi senjata. Sebuah gagasan bisa menjadi cahaya.



Oleh Karena Nya Kami Keluarga Besar Pk Pmii Ki Patih Sampun Mengucapkan Selamat Hari Kartini. Mari terus nyalakan terang, bahkan setelah gelap.

#ra.kartini

#harikartini

#ibukitakartini

Minggu, 20 April 2025

PUISI PERGERAKAN

 




Pergerakan


Bumi tak pernah diam

ia berputar dalam kesetiaan tanpa tepuk tangan.

Langkah kaki yang sunyi,

mengukir jejak di tanah yang keras,

menantang nasib yang membeku di antara bayang.


Pergerakan bukan hanya maju,

kadang ia melingkar,

menurun,

menyusup dalam diam seperti akar

yang tak terlihat namun menembus batu.


Ada jiwa yang menggeliat dalam dada,

memanggil perubahan

dengan napas sesak dan tekad yang mekar.

Darah mengalir bukan untuk bertahan,

tapi untuk menuntut makna.


Pergerakan,

adalah puisi yang ditulis tubuh

dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh keberanian.

Ia tidak selalu menang,

tapi ia tak pernah tunduk.



By: Cah patih sampun

Sabtu, 19 April 2025

KETIKA KUAS BERBICARA




Ketika Kuas Bicara: Menyelami Sunyi dalam Seni Lukis



Karya sketsa sahabat Hanif– Hermione Granger


Pernahkah kamu berdiri di depan sebuah lukisan dan merasa seolah waktu berhenti?

Tanpa kata, tanpa suara, tapi lukisan itu berbicara. Ada perasaan yang muncul begitu saja—mungkin tenang, mungkin gelisah. Itulah kekuatan seni lukis. Di tengah dunia yang bising dan serba cepat, seni ini hadir seperti jeda: hening, tapi penuh makna.


Seni lukis bukan sekadar goresan warna di atas kanvas. Ia adalah bahasa sunyi yang menghubungkan manusia dengan dirinya sendiri dan dengan semesta. Di balik setiap lukisan, tersimpan pikiran yang dalam, perasaan yang tak terucapkan, dan pengamatan yang tajam terhadap kehidupan.


Vincent van Gogh pernah berkata, "I dream my painting, and then I paint my dream."

Ungkapan ini menggambarkan bagaimana seni lukis adalah bentuk manifestasi dari dunia batin yang kaya. Ia bukan tiruan realitas, tetapi interpretasi jujur dari apa yang ada dalam benak dan hati penciptanya.


Seni lukis juga mengajarkan kita untuk melihat—bukan hanya dengan mata, tapi dengan kesadaran. Ia memaksa kita untuk hadir sepenuhnya, untuk mendengarkan cerita yang tak diucapkan. Dan dalam proses itu, kita menemukan refleksi tentang diri kita sendiri.


Lukisan bukan hanya milik para seniman. Ia milik siapa saja yang ingin merasakan, merenung, dan memahami hidup dari sudut yang lebih dalam. Jadi lain kali kamu melihat sebuah lukisan, jangan terburu-buru berpaling. Biarkan ia bicara. Kadang, dalam sunyi, kita justru menemukan yang paling bermakna.

#seni #lukisan #filosofi #artthoughts


-pemalang, 20 april 2025

PERJALANAN DAN REFLEKSI PERKEMBANGAN PK PMII KI PATIH SAMPUN PEMALANG

 


Perjalanan dan Refleksi Perkembangan PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang dari Tahun ke Tahun


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran strategis dalam membentuk kader intelektual yang berjiwa nasionalis dan religius. Dalam konteks lokal, kehadiran PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang menjadi sebuah titik terang dalam proses kaderisasi dan pergerakan intelektual di wilayah Kabupaten Pemalang, khususnya di lingkup pesantren dan institusi pendidikan.


Sejak awal berdirinya, PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang  tidak hanya menjadi wadah aktualisasi diri bagi mahasiswa, namun juga menjadi ruang ideologis dan gerakan perubahan yang berlandaskan pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Tahun-tahun awal berdiri menjadi fase penting dalam proses peletakan pondasi organisasi. Kepengurusan awal berjibaku dengan segala keterbatasan, mulai dari minimnya kader, keterbatasan fasilitas, hingga tantangan dalam membangun sinergi dengan struktur di atasnya. Namun, semangat juang yang tinggi dan militansi kader menjadi kunci dalam menjaga eksistensi organisasi ini.


Memasuki tahun-tahun berikutnya, PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang menunjukkan progres yang signifikan. Kegiatan kaderisasi mulai berjalan dengan baik melalui pelaksanaan MAPABA, PKD, diskusi rutin, dan pengajian tematik. Tak hanya itu, kader juga mulai diikutsertakan dalam kegiatan tingkat cabang dan wilayah, yang secara tidak langsung mengasah kemampuan kepemimpinan serta menumbuhkan rasa percaya diri.


Tahun demi tahun menjadi catatan penting tentang bagaimana organisasi ini berkembang. Ada masa di mana kader mulai mengeksplorasi ruang-ruang baru dalam ranah sosial, budaya, bahkan politik. Gerakan PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang tidak hanya berkutat ruang akademik, tapi juga mulai membumikan nilai-nilai Islam moderat ke tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan dakwah kultural. Hal ini menjadi bagian penting dari karakter PMII sebagai organisasi kader dan perjuangan.


Perjalanan panjang ini tentu tidak lepas dari dinamika dan refleksi internal. Evaluasi terus dilakukan dari generasi ke generasi demi memastikan bahwa roda organisasi tetap berjalan pada rel perjuangannya. Isu-isu strategis seperti digitalisasi gerakan, penguatan literasi kader, hingga pentingnya regenerasi terus digaungkan dalam setiap forum diskusi internal maupun eksternal.


Tahun 2025 menjadi titik refleksi besar, seiring dengan momentum Harlah PMII ke-65. PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang menjadi bagian aktif dalam perayaan ini, baik sebagai peserta maupun inisiator kegiatan. Refleksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Bahwa menjadi kader PMII hari ini, artinya memikul beban sejarah, nilai perjuangan, dan harapan akan perubahan.


Arah ke depan menuntut PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang untuk terus beradaptasi dengan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai dasar organisasi. Inovasi gerakan, perluasan jaringan, dan penguatan kapasitas kader menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan. Semangat fikir, dzikir, dan amal sholeh harus menjadi napas dalam setiap gerakan kader di masa kini dan mendatang.


#salampergerakan

#pkpmiikipatihsampunpemalang

#catatanpkpmiikipatihsampunpemalang

REFLEKSI HARLAH BARENG PMII PEMALANG

 



PMII Pemalang Gelar Refleksi Harlah ke-65 di Ponpes Az Zahro Sungapan


Pemalang, 17 April 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ke-65, Pengurus Cabang (PC) PMII Pemalang menggelar acara refleksi penuh khidmat di Pondok Pesantren Az Zahro, Sungapan, Pemalang.


Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen keluarga besar PMII, mulai dari demisioner PC PMII Pemalang, PC Ikatan Alumni (IKA) PMII Pemalang, hingga kader-kader aktif dari Pengurus Komisariat (PK) PMII Ki Patih Sampun Pemalang dan PK PMII Assholeh Pemalang. Kehadiran lintas generasi ini menambah hangatnya suasana refleksi dan silaturahmi antar-kader dan alumni.


Dengan mengusung semangat "Meneguhkan Spirit Pergerakan, Menyongsong Masa Depan yang Berkemajuan", kegiatan ini menjadi wadah bersama untuk mengenang sejarah panjang perjuangan PMII sekaligus memperkuat kembali komitmen keorganisasian di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.


Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para muassis dan pejuang PMII yang telah berpulang. Kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi sejarah, diskusi terbuka, serta sharing inspiratif dari para alumni dan senior PMII yang hadir.


Salah satu demisioner PC PMII Pemalang, Sahabat Muhamad Adi Saputra dalam sambutannya menyampaikan, “Refleksi harlah ini bukan hanya seremoni, tapi momen untuk menegaskan kembali identitas dan arah gerak PMII ke depan. Kader PMII hari ini harus adaptif, progresif, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar perjuangan.” Ujarnya.


Selain menjadi ajang nostalgia, acara ini juga menekankan pentingnya regenerasi yang kuat dan militansi kader. PC IKA PMII Pemalang turut menegaskan dukungannya terhadap kaderisasi yang berkelanjutan serta penguatan kontribusi kader PMII di tengah masyarakat.


Dengan penuh semangat, kader PMII dari berbagai komisariat menegaskan komitmen mereka untuk terus belajar, berkontribusi, dan hadir sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial dan keumatan.


Harlah ke-65 ini menjadi penanda bahwa PMII, dengan segala dinamika dan transformasinya, tetap relevan dan dibutuhkan. Dari Pemalang, semangat pergerakan kembali digelorakan—menatap masa depan dengan keyakinan dan harapan.


#pmiipemalang

#harlahpmiike65

#refleksiharlahpmii

Sabtu, 01 April 2023

Wow!!!! Momentum Harlah PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang yang ke 9 th, sepakat harapan komisariat menetaskan kader-kader yang loyalitas, integritas dan kuat secara intelektualitas dimasa mendatang

Dokumentasi Harlah

Pemalang, Panggon Tukaran- Pengurus  Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang sukses gelar peringatan Hari lahir Komisariat yang ke-9 tahun, dengan tema "Menyatukan Persepsi, Membangun Sinergi" di SMP Al-Mansyuriyah, Mengori pada Sabtu (18/03/2023) 

Dalam kegiatan harlah komisariat Patih Sampun yang ke-9 di hadiri oleh segenap para senior Patih Sampun Pemalang, anggota dan kader Patih Sampun. Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Sahabat Rais (selaku Ketua mabinkom Patih Sampun Kab. Pemalang). 

Pada dasarnya PMII Patih Sampun STIT Pemalang merupakan organisasi yang sudah beranjak masa remaja yakni berumur 9 tahun. Peran besar yang dihadapi oleh PMII Patih Sampun yaitu tentang pemberdayaan SDM komisariat diruang kampus dan lingkungan. Tentunya dengan peranan dan tugas yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, ini cukup strategis dan penuh kesungguhan. Hal ini sangat diharapkan kader PMII mampu membaca dan respon terhadap dinamika kampus dan lingkungan masyarakat. Dengan itu, peran kader-kader sangat dibutuhkan menjadi aktor dalam perubahan. Melalui bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan organisasi, serta nalar kritis mahasiswa, sehingga dapat beradaptasi pada lingkungan manapun, dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, PMII dijadikan wadah dalam menempuh pendidikan alternatif harus menyediakan formulasi dan strategi yang dapat menjawab dan memfasilitasi pada dinamika kampus yang sangat rumit dan kompleks. Yaitu dengan memaksimalkan pendidikan formal, nonformal dan informal dalam menjalankan roda organisasi. 

Ini merupakan suatu bentuk upaya dalam mengemban tugas ketika berkhidmat di komisariat, terutama dalam regenerasi secara utuh dan konsisten. Karena dari keistiqomahan tersebutlah dapat membentuk mental dan intelektual kader dapat terasah, sehingga output dari usaha tersebut, dalam diri kader terbentuk loyalitas, integritas dan intelektualitas dalam bergerak. 

Dengan itu adanya momentum Harlah komisariat merupakan suatu bentuk awal menuju perubahan pada setiap diri kader terlebih pada komisariat. Tentunya dengan menstabilkan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam melaksanakan proses. 

"Dari awal PMII Ki Patih Sampun berdiri, bukan semata-mata kemudian ujug-ujug dari pemberian, akan tetapi dari hasil jeli perjuangan untuk menggagas mendirikan terutama di STIT Pemalang. Jalannya organisasi yaitu adanya patner-patner yang kuat." Ucap Sahabat Rais saat momen Harlah komisariat yang ke 7 (pulosari) 2021.

Dari pernyataan tersebut, dapat diartikan bahwa jeli payah perjuangan para pendiri (senior) harus senantiasa diteruskan dengan seksama, dan dari kader lah menjadi satu hal yang sangat berarti bagi keberlangsungan dan keberlanjutan komisariat, serta menjadi ujung tombak kemajuan organisasi. Karena seiring berjalannya waktu, akan terus berubah-ubah, baik pola maupun skema, namun tujuan hanya satu terus berdikari menjaga marwah organisasi sesuai nilai-nilai, norma-norma, dan darah juang PMII Komisariat Ki Patih Sampun Pemalang. Hingga sampai harlah yang ke-9 inilah, tingkat komitmen dan keloyalan kader agar terus pertahankan dan diaplikasikan. 

"Semangat bagi kader-kader jangan khawatir, perjuangan kita (PMII) dilihat segi manapun pastinya menguntungkan" Lanjut Sahabat Rais. 

Dilihat dari sampai mana dan semenjak kapanlah keberhasilan seorang anggota atau kader dapat terukur dan diperoleh, pasalnya buah yang berkualitas, lezat rasanya dan memiliki nilai tawar yang tinggi, pastinya melewati proses yang lama dan bertahap, dari persiapan, penanaman, pemupukan, perawatan sampai pemanenan dan pemasaran. Hal tersebut sama halnya proses seorang anggota atau kader yang wajib melewati fase-fase kaderisasi yang konsisten dan intens, sehingga melahirkan kader-kader yang loyal, integritas dan berkualitas. 

Penulis: Sahabat Pergerakan


Kamis, 09 Februari 2023

Nekat!!!Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Pengurus Baru PK PMII Ki Patih Sampun, siap mentransformasikan teladan tokoh Pangeran Patih Sampun lingkar Kampus

 

Foto Pelantikan

Pemalang-Telah terselenggaranya kegiatan Pelantikan, Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) ke-VIII PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang dengan tema "Merawat Pemikiran, membuat Pergerakan dan Membangun Perubahan" di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Dengan dihadiri seluruh anggota dan kader PMII Ki Patih Sampun, senior Ki Patih Sampun, Senior PMII Pemalang, Cabang Persiapan PMII Pemalang, PC IKA PMII Kab Pemalang dan wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. (Sabtu/4/02/2023) 

-Kilas Balik Refleksi Tokoh Pangeran Ki Patih Sampun

Dalam kepemimpinannya di Kadipaten Pemalang, Sang Adipati Anom (baru) mengadakan pertemuan dengan para Punggawa Kadipaten untuk membahas masalah pembangunan di Pemalang. Untuk mempermudah hubungan dengan daerah-daerah di Pemalang kala itu, Adipati Pangeran Benowo memerintahkan kepada Patih Djiwonegoro untuk membangun dua jembatan di sungai banger dan di sungai Srengseng di Kebondalem. Pada saat diberi mandat tugas tersebut, dengan spontan Patih Djiwonegoro menjawab “sampun dados (sudah jadi), kanjeng Adipati”. Ucapnya. 

Mendengar jawaban Patih Djiwonegoro, sang Adipati Pangeran Benowo tercengang dibuatnya. Untuk membuktikan kebenaran ucapan Djiwonegoro, pada pagi harinya Pangeran Benowo meninjau lokasi dua jembatan tersebut, dan ternyata apa yang di ucapkan Djiwonegoro benar adanya, di dua sungai tersebut telah terbentang jembatan yang di kehendaki Adipati. Maka semakin yakinlah Pangeran Benowo kepada bhakti dan kesetiaan patih Djiwonegoro, putra asli Pemalang yang masyhur kesaktiannya.

Pada hari berikutnya, sang Adipati Benowo memerintahkan lagi kepada patih Djiwonegoro untuk membangun lagi dua jembatan di sungai Rambut di Bojongkelor dan sungai Plawangan. Namun lagi-lagi dijawab “sampun dados, kanjeng Adipati” oleh Djiwonegoro. Namun kali ini Adipati Benowo tak perlu lagi mengecek kebenaran jawaban yang di berikan oleh patihnya, dikarenakan sang Adipati sudah mempercayainya.

Bahkan bulan-bulan berikutnya adipati Pangeran Benowo memerintahkan lagi untuk membangun beberapa jembatan berturut-turut, jembatan-jembatan tersebut antara lain sebagai berikut:

-Jembatan Gianti, (terdapat didepan polres lama, Sirandu). 

-Jembatan di kali Waluh, Kedungbanjar.

-Jembatan di sungai Comal, kali Comal.

-Jembatan sungai Plawangan, di Lawangrejo.

- Jembatan sungai Sudetan di desa Krasak.

-Jembatan Pesapen, didepan kantor kecamatan Pemalang.

-Jembatan Slarang di sungai Waluh, di perbatasan desa Lenggong, Slarang.

- Jembatan sungai Raja (Siraja) di wilayah Bantar bolang, tepatnya di dukuh Simbang, Pegiringan.

- Jembatan di perkebunan kelapa Gentongreot, Karang moncol.

- Jembatan di desa Mejagong di kali Comal.

- Jembatan di desa Datar, di kali Comal.

- Jembatan Sudetan di daerah Moga,didepan Pesanggragan dan pemandian.

- Jembatan di perbatasan desa Cikasur dan desa Randu dongkal.

- Jembatan di desa Bulakan,dan -

- Jembatan di desa Belik.

Pada pertemuan berikutnya, Adipati pangeran Benowo melibatkan Tumenggung dan seluruh Demang serta para Penatus dan Bekel se kadipaten Pemalang, dalam acara tersebut, Adipati pangeran Benowo mengucapkan terima kasih kepada Patih Djiwonegoro dan para punggawanya atas jasa-jasanya dalam membangun beberapa jembatan di wilayah kadipaten Pemalang, maka, atas jasanya tersebut patih Djiwonegoro diberi gelar “sampun”, dan sejak saat itu Patih Djiwonegoro lebih dikenal sebagai Patih Sampun.

Ini merupakan suatu anugerah dan karakteristik bagi komisariat yang diberinama Komisariat Ki Patih Sampun. Nama tersebut menyimpan segala harapan yang amat besar dan penuh arti yang amat luas. Sejarah dari penamaan Ki Patih Sampun, ini mulanya pengurus Komisariat persiapan (awal deklarasi) kebingungan dalam hal penamaan. Pada akhirnya sekelompok mahasiswa sowan (bersilaturahmi) ke kediaman KH. Imron Khudlori, S. Ag. (sekarang sebagai Ketua PC IKA PMII Kab. Pemalang). Setelah mahasiswa tersebut menceritakan dan menanyakan perihal penamaan, spontan abah Imron mengucap "Patih Sampun", secara otomatis penamaan komisariat saat itu, diberi nama Komisariat Patih Sampun sampai sekarang. 

Dari awal Deklarasi Komisariat pada tanggal 19 Maret 2014, hingga kini sudah berumur 8 tahun jalan usia Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang tetap eksis mewarnai dinamika-dinamika kampus STIT Pemalang dengan senantiasa Satu barisan dan satu cita, pembela bangsa penegak agama, dan satu angkatan dan satu jiwa, pembela bangsa bebas merdeka. Dengan membawa rasa solidaritas dan loyalitas, arus yang bergulir-gulir dapat terlewati dengan cinta yang tumbuh subur. Seorang kader yang sadar akan pentingnya terima dan kasih,  Timbal dan balik, susah dan senang, cinta dan kasih, akan senantiasa memberikan impact perubahan disetiap masa khidmat. 

Kesadaran tersebut dapat diwujudkan, lantaran komitmen tanpa mencidrakan, loyal tanpa meninggalkan, solidaritas tanpa menyakitkan. Kini yang harus di pertahankan sepanjang masa, dan pergerakan tidak ada pudarnya. Walau rekam sejarah mengembalikan gerakan ke masa lampau, akan tetapi seklupit harapan dan cita-cita harus tetap terdepan, dengan progres-progres yang kuat dan matang merupakan jalan satu-satunya untuk menjangkau masa yang akan datang. 

Terselenggaranya pelantikan dan Rapat Kerja merupakan cerminan dari wujud perubahan komisariat. Pelantikan ke-8 ini, menganalogikan usia menuju kedewasaan, maka amat penting dalam sejarah Organisasi. Karena momentum tersebut sebagai barometer perubahan dimasa mendatang, baik dalam penyusunan program maupun strategi-strategi progresifitas komisariat dimasa selanjutnya. Tentunya hal tersebut terpatri pada tema yang dibawakan yaitu Merawat Pemikiran, membuat Pergerakan dan Membangun Perubahan. Makna dalam tema yang  dicanangkan dalam pelantikan dan Raker yaitu seorang kader dalam membangun sebuah perubahan dalam dirinya dan organisasi tentunya harus senantiasa komitmen dan konsisten dalam merawat wacana serta pemikiran, akan menghasilkan sebuah langkah transformatif berupa gerakan yang nyata, sehingga benih-benih perubahan dapat terbentuk dan dirasakan oleh setiap kader dan pengurus, yang orientasinya jangka panjang. Dengan orientasi di jangka panjang, tentunya pengurus  bukan hanya bersantai ria melainkan terus mengasah ketajaman analisa, kepemimpinan dan skill dalam melakukan segala hal persoalan. Dan hal tersebut ditanamkan dan dipupuk mulai dari sekarang. 

Foto peserta


Acara yang diselenggarakan 2 hari satu malam ini, dinilai sangat meriah dan sukses. Pasalnya kegiatan yang dimulai Sabtu 4 Februari 2023 di Balai Rakyat gedung DPRD Kabupaten Pemalang dimulai dengan penampilan-penampilan yang memukau dari segenap kader-kader PK Ki Patih Sampun STIT Pemalang. 





Diawali dengan penampilan nasyid oleh Sahabati Fernis Pangesti, paduan Suara oleh Anggota PMII Ki Patih Sampun, seni tari oleh sahabati Friska dan Majro'atul Barokah, kemudian penampilan puisi Arabian Poem oleh Sahabati Amalina, dan puisi Indonesian Oleh Sahabat Suley (Penyair 3 Dimensi, founder Forum Konsorsium Patih Sampun). Dari penampilan-penampilan tersebut memberikan kesan meriah dan menarik bagi suksesnya acara pelantikan. 

"Niat yang baik, semoga merupakan awal yang baik pula bagi Komisariat kedepan" Ucap Sahabat Ikhwan Rizki M selaku Ketua Komisariat Ki Patih Sampun Pemalang. 

Artinya bahwa, harapan Ketua Komisariat terhadap progres PMII terdepan agar senantiasa membawa secercah perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Prakata sambungan dari Ketua Komisariat yaitu Sahabat Anang Ma'ruf FR selaku demisioner Ketua Komisariat mewakili Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), 

"Kader PMII Ki Patih Sampun, harus berani menciptakan sebab yakni sebagai pelaku, serta kita harus berkaca pada Tri logi PMII, karena kita merupakan basis Ideologi. Dasar yang harus kita pegang yaitu dengan meningkatkan dan komitmen dalam bertaqwa kepada Allah Swt, Intelektualitas dan Profesionalitas" Ucapnya. 

Dengan kuat secara mental dan berbekal intelektual yang kuat, kader diharapkan dapat menjadi kader yang ahli secara mekanistik (aturan, langkah, formal) juga organistik (nilai-nilai, pendirian, komitmen) secara totalitas dan keseluruhan. 

Setelah prosesi pelantikan yang dipimpin oleh ketua Cabang Pemalang yakni Sahabati Siti Haniyatun Nisa, prakata pun di berikan kepada kepengurusan yang baru dilantik., 

" Selamat kepada sahabat-sahabati pengurus yang telah dilantik, semoga senantiasa amanah dan bertanggung jawab dalam mengembangkan PMII secara luas dan harapan, dan harapan ini harus didasari atas niat pribadi, dan ingat sahabat-sahabati, jalannya Komisariat di tangan sahabat-sahabati, semoga Komisariat akan lebih baik lagi. " Ucapnya. 

Selanjutnya yaitu sambutan dari Ibu Ajeng Triyani, A. Md. Selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Pemalang, dengan memberikan motivasi dan kesan pesan yang amat luarbiasa. 

"Dulu saat saya berproses di PMII, itu masih bisa terbilang sangat sederhana, akan tetapi dengan kemauan, kemampuan, komitmen dan konsisten yang kuat, alhamdulillah saya bisa melewatinya. " Ucapnya. 

"Yakinlah sahabat-sahabati bahwa proses yang kita lakukan merupakan sebuah keberkahan, karena PMII merupakan wadah yang tepat. Semangat berproses, dalam mengembangkan sebuah amanah sahabat-sahabati, semoga Allah meridhoi langkah-langkah kalian. " Lanjutnya. 

Artinya bahwa keberhasilan berproses kita, bukan di ukur dengan ambisi yang keras, akan tetapi dengan niat yang tulus dan bergerak yang ikhlas serta bertahap. Sehingga kita dalam berproses tidak terasa sulit, melainkan dalam berproses kita terasa enjoy. Acara berikutnya yaitu Upgrading yang diisi oleh Sahabat Adi Saputra Sebagai mentor Upgrading dan Sahabat Santo Pranowo dan Fajriyan sebagai mentor Intelektual. 




Dalam forum upgrading memberikan kesan yang amat vital yaitu terkait peran dan fungsi pengurus dalam mengemban organisasi yang terarah, dan tersistem. Kemudian hal tersebut berisi tentang penegasan bahwa pengurus sejatinya itu mengurusi bukan sebaliknya, tutur Sahabat Adi. Maknanya bahwa setiap pengurus harus mempunyai visi yang kuat dalam mengemban amanah secara inisiatif dan profesional. Menyambung upgrading terkait kualitas kader, di sampaikan oleh Sahabat Santo, bahwa proses yang dilakukan kader dan pengurus tentunya memiliki impact yang nyata dan relevan, terutamanya dalam peningkatan dari segi intelektual setiap kader. Karena intelektual tanpa proses secara konsisten, akan sia-sia dan tidak secara tuntas. Pasalnya kualitas seorang kader harus diasah dan diasuh melalui pengarahan dan pendampingan secara intens dan rutin oleh pengurus. 

Acara selanjutnya yaitu ceramah pergerakan yang diisi langsung oleh Sahabat Gus Imron Khudlori, S. Ag. 


Dalam forum ceramah pergerakan, membahas terkait refleksi sejarah PMII Pemalang yang berawal dari dua Komisariat yaitu Komisariat Assholeh dan Ki Patih Sampun. Dari keduanya tentunya mengalami fase-fase yang menyulitkan (dulu) dan menyenangkan (sekarang). Fase menyulitkan tentunya dulu dalam berproses, mau tidak mau harus terjun langsung dan harus terus kordinasi intens dengan cabang Pekalongan karena, cabang Pekalongan adalah satu-satunya cabang yang membesarkan kedua Komisariat yang ada di Pemalang. Kemudian fase Menyenangkan yaitu sekarang, kita sudah mempunyai cabang persiapan, jadi kordinasi-kordinasi dapat berjalan dengan mudah dan secara langsung, karena akses nya cepat dan mudah. 

"Teruslah berproses, karena kita menjadi ujung tombak Perubahan" Ucapnya. 

Adapun point-to-point dalam ceramah pergerakan yaitu: 

1. Tingkatkan dan perbanyak teori (literasi) dengan membaca buku sampai kita cerdas. 

2. Situasi yang kita hadapi adalah sumber pelajaran kita, untuk menghadapi kondisi dimasa depan

3. Berproses sampai tuntas, jangan setengah-setengah

4.Kader PMII harus berani membuka ruang untuk masyarakat demi terealisasi nya intelektual

5. Kader PMII harus siap mengolah dan mengelola, dalam menciptakan rasa asah dan asuh satu sama lain

6. Kuasailah ruang-ruang strategis melalui kuatnya jaringan dan relasi

7. Jagalah solidaritas antar kader, karena itu yang akan membawa perubahan dan ikatan dimasa depan. 

Daru beberapa point-point yang amat penting, tentunya diharapkan dapat diaplikasikan oleh pengurus dan kader PMII. Karena berjalannya sistem kepengurusan akan mempengaruhi bobot dari perubahan yang telah kita bangun, dan hal tersebut bisa melalui pengikatan solidaritas pengurus. Berdasar pada solidaritas, akan melahirkan kekuatan kerjasama yang satu dan rasa kepercayaan yang utuh. 

Kemudian harapan para senior dan alumni, tentunya terkait perihal kualitas dan kapasitas. Keduanya tidak akan terpisah, karena hal tersebut merupakan inti dari proses kaderisasi yaitu meningkatkan kapasitas diri dan kualitas. Akan tetapi, untuk meraih keduanya tidak secara instan/mudah melainkan harus melewati proses yang lama dan serius. Maka itu proses kaderisasi, harus didasari kemauan yang kuat dari personality setiap kader dalam menjalankan roda organisasi step by step.  Walaupun daya sugesti itu beriringan, akan tetapi hal tersebut membutuhkan konsentrasi dan konsistensi dalam mencapainya. Seperti halnya Pangeran Djiwonegoro (Mbah Patih Sampun) yang memiliki daya karya atau pembangunan yang diluar nalar, contoh membuat jembatan tanpa menyentuh, akan tetapi sekali bicara "sampun dados" (Sudah Jadi),  beneran sudah jadi sebuah jembatan. Artinya bahwa setiap kader mempunyai daya karya atau produksi masing-masing, sesuai dengan kemampuannya dalam meyakinkan. Atau istilah di warga PMII, mumpuni secara ideologi. Kader inti Ideologi memiliki ciri khas masing-masing dalam memaknai dan melakukan perbuatan, atas dasar cinta, percaya, dan yakin bahwa PMII merupakan satu-satunya wadah yang tepat, untuk kita berkembang. Maka dari itu tokoh Pangeran Patih Sampun menjadi teladan kader-kader PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang dalam hal produktifitas, kreatifitas, ideologi, kesungguhan, kepercayaan, ketekunan, kebijaksanaan, kecerdasan dan konsisten dalam pembangunan kadipaten menuju kabupaten Pemalang ini. Semoga sesepuh-sesepuh kabupaten Pemalang di berikan tempat di sisi Allah SWT, selapang-lapangnya dan jasa-jasanya dapat menjadi amal jariyah yang kekal ila yaumil qiyamah.... 

Syaiulillahi Lana wala humul Fatihah..... 

Penulis: Sahabat Pergerakan

#Pkpmiikipatihsampun

#konsorsiumpatihsampun




Jeritan yang Tak Pernah Usai di Tengah Mesin Kapitalisme

Setiap tanggal 1 Mei, dunia seolah berhenti sejenak untuk mengingat satu kelompok yang selama ini justru membuat dunia terus bergerak: buruh...