Minggu, 20 April 2025

PUISI PERGERAKAN

 




Pergerakan


Bumi tak pernah diam

ia berputar dalam kesetiaan tanpa tepuk tangan.

Langkah kaki yang sunyi,

mengukir jejak di tanah yang keras,

menantang nasib yang membeku di antara bayang.


Pergerakan bukan hanya maju,

kadang ia melingkar,

menurun,

menyusup dalam diam seperti akar

yang tak terlihat namun menembus batu.


Ada jiwa yang menggeliat dalam dada,

memanggil perubahan

dengan napas sesak dan tekad yang mekar.

Darah mengalir bukan untuk bertahan,

tapi untuk menuntut makna.


Pergerakan,

adalah puisi yang ditulis tubuh

dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh keberanian.

Ia tidak selalu menang,

tapi ia tak pernah tunduk.



By: Cah patih sampun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jeritan yang Tak Pernah Usai di Tengah Mesin Kapitalisme

Setiap tanggal 1 Mei, dunia seolah berhenti sejenak untuk mengingat satu kelompok yang selama ini justru membuat dunia terus bergerak: buruh...