Sabtu, 01 April 2023

Wow!!!! Momentum Harlah PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang yang ke 9 th, sepakat harapan komisariat menetaskan kader-kader yang loyalitas, integritas dan kuat secara intelektualitas dimasa mendatang

Dokumentasi Harlah

Pemalang, Panggon Tukaran- Pengurus  Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang sukses gelar peringatan Hari lahir Komisariat yang ke-9 tahun, dengan tema "Menyatukan Persepsi, Membangun Sinergi" di SMP Al-Mansyuriyah, Mengori pada Sabtu (18/03/2023) 

Dalam kegiatan harlah komisariat Patih Sampun yang ke-9 di hadiri oleh segenap para senior Patih Sampun Pemalang, anggota dan kader Patih Sampun. Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Sahabat Rais (selaku Ketua mabinkom Patih Sampun Kab. Pemalang). 

Pada dasarnya PMII Patih Sampun STIT Pemalang merupakan organisasi yang sudah beranjak masa remaja yakni berumur 9 tahun. Peran besar yang dihadapi oleh PMII Patih Sampun yaitu tentang pemberdayaan SDM komisariat diruang kampus dan lingkungan. Tentunya dengan peranan dan tugas yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, ini cukup strategis dan penuh kesungguhan. Hal ini sangat diharapkan kader PMII mampu membaca dan respon terhadap dinamika kampus dan lingkungan masyarakat. Dengan itu, peran kader-kader sangat dibutuhkan menjadi aktor dalam perubahan. Melalui bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan organisasi, serta nalar kritis mahasiswa, sehingga dapat beradaptasi pada lingkungan manapun, dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, PMII dijadikan wadah dalam menempuh pendidikan alternatif harus menyediakan formulasi dan strategi yang dapat menjawab dan memfasilitasi pada dinamika kampus yang sangat rumit dan kompleks. Yaitu dengan memaksimalkan pendidikan formal, nonformal dan informal dalam menjalankan roda organisasi. 

Ini merupakan suatu bentuk upaya dalam mengemban tugas ketika berkhidmat di komisariat, terutama dalam regenerasi secara utuh dan konsisten. Karena dari keistiqomahan tersebutlah dapat membentuk mental dan intelektual kader dapat terasah, sehingga output dari usaha tersebut, dalam diri kader terbentuk loyalitas, integritas dan intelektualitas dalam bergerak. 

Dengan itu adanya momentum Harlah komisariat merupakan suatu bentuk awal menuju perubahan pada setiap diri kader terlebih pada komisariat. Tentunya dengan menstabilkan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam melaksanakan proses. 

"Dari awal PMII Ki Patih Sampun berdiri, bukan semata-mata kemudian ujug-ujug dari pemberian, akan tetapi dari hasil jeli perjuangan untuk menggagas mendirikan terutama di STIT Pemalang. Jalannya organisasi yaitu adanya patner-patner yang kuat." Ucap Sahabat Rais saat momen Harlah komisariat yang ke 7 (pulosari) 2021.

Dari pernyataan tersebut, dapat diartikan bahwa jeli payah perjuangan para pendiri (senior) harus senantiasa diteruskan dengan seksama, dan dari kader lah menjadi satu hal yang sangat berarti bagi keberlangsungan dan keberlanjutan komisariat, serta menjadi ujung tombak kemajuan organisasi. Karena seiring berjalannya waktu, akan terus berubah-ubah, baik pola maupun skema, namun tujuan hanya satu terus berdikari menjaga marwah organisasi sesuai nilai-nilai, norma-norma, dan darah juang PMII Komisariat Ki Patih Sampun Pemalang. Hingga sampai harlah yang ke-9 inilah, tingkat komitmen dan keloyalan kader agar terus pertahankan dan diaplikasikan. 

"Semangat bagi kader-kader jangan khawatir, perjuangan kita (PMII) dilihat segi manapun pastinya menguntungkan" Lanjut Sahabat Rais. 

Dilihat dari sampai mana dan semenjak kapanlah keberhasilan seorang anggota atau kader dapat terukur dan diperoleh, pasalnya buah yang berkualitas, lezat rasanya dan memiliki nilai tawar yang tinggi, pastinya melewati proses yang lama dan bertahap, dari persiapan, penanaman, pemupukan, perawatan sampai pemanenan dan pemasaran. Hal tersebut sama halnya proses seorang anggota atau kader yang wajib melewati fase-fase kaderisasi yang konsisten dan intens, sehingga melahirkan kader-kader yang loyal, integritas dan berkualitas. 

Penulis: Sahabat Pergerakan


Kamis, 09 Februari 2023

Nekat!!!Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Pengurus Baru PK PMII Ki Patih Sampun, siap mentransformasikan teladan tokoh Pangeran Patih Sampun lingkar Kampus

 

Foto Pelantikan

Pemalang-Telah terselenggaranya kegiatan Pelantikan, Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) ke-VIII PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang dengan tema "Merawat Pemikiran, membuat Pergerakan dan Membangun Perubahan" di Gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Dengan dihadiri seluruh anggota dan kader PMII Ki Patih Sampun, senior Ki Patih Sampun, Senior PMII Pemalang, Cabang Persiapan PMII Pemalang, PC IKA PMII Kab Pemalang dan wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. (Sabtu/4/02/2023) 

-Kilas Balik Refleksi Tokoh Pangeran Ki Patih Sampun

Dalam kepemimpinannya di Kadipaten Pemalang, Sang Adipati Anom (baru) mengadakan pertemuan dengan para Punggawa Kadipaten untuk membahas masalah pembangunan di Pemalang. Untuk mempermudah hubungan dengan daerah-daerah di Pemalang kala itu, Adipati Pangeran Benowo memerintahkan kepada Patih Djiwonegoro untuk membangun dua jembatan di sungai banger dan di sungai Srengseng di Kebondalem. Pada saat diberi mandat tugas tersebut, dengan spontan Patih Djiwonegoro menjawab “sampun dados (sudah jadi), kanjeng Adipati”. Ucapnya. 

Mendengar jawaban Patih Djiwonegoro, sang Adipati Pangeran Benowo tercengang dibuatnya. Untuk membuktikan kebenaran ucapan Djiwonegoro, pada pagi harinya Pangeran Benowo meninjau lokasi dua jembatan tersebut, dan ternyata apa yang di ucapkan Djiwonegoro benar adanya, di dua sungai tersebut telah terbentang jembatan yang di kehendaki Adipati. Maka semakin yakinlah Pangeran Benowo kepada bhakti dan kesetiaan patih Djiwonegoro, putra asli Pemalang yang masyhur kesaktiannya.

Pada hari berikutnya, sang Adipati Benowo memerintahkan lagi kepada patih Djiwonegoro untuk membangun lagi dua jembatan di sungai Rambut di Bojongkelor dan sungai Plawangan. Namun lagi-lagi dijawab “sampun dados, kanjeng Adipati” oleh Djiwonegoro. Namun kali ini Adipati Benowo tak perlu lagi mengecek kebenaran jawaban yang di berikan oleh patihnya, dikarenakan sang Adipati sudah mempercayainya.

Bahkan bulan-bulan berikutnya adipati Pangeran Benowo memerintahkan lagi untuk membangun beberapa jembatan berturut-turut, jembatan-jembatan tersebut antara lain sebagai berikut:

-Jembatan Gianti, (terdapat didepan polres lama, Sirandu). 

-Jembatan di kali Waluh, Kedungbanjar.

-Jembatan di sungai Comal, kali Comal.

-Jembatan sungai Plawangan, di Lawangrejo.

- Jembatan sungai Sudetan di desa Krasak.

-Jembatan Pesapen, didepan kantor kecamatan Pemalang.

-Jembatan Slarang di sungai Waluh, di perbatasan desa Lenggong, Slarang.

- Jembatan sungai Raja (Siraja) di wilayah Bantar bolang, tepatnya di dukuh Simbang, Pegiringan.

- Jembatan di perkebunan kelapa Gentongreot, Karang moncol.

- Jembatan di desa Mejagong di kali Comal.

- Jembatan di desa Datar, di kali Comal.

- Jembatan Sudetan di daerah Moga,didepan Pesanggragan dan pemandian.

- Jembatan di perbatasan desa Cikasur dan desa Randu dongkal.

- Jembatan di desa Bulakan,dan -

- Jembatan di desa Belik.

Pada pertemuan berikutnya, Adipati pangeran Benowo melibatkan Tumenggung dan seluruh Demang serta para Penatus dan Bekel se kadipaten Pemalang, dalam acara tersebut, Adipati pangeran Benowo mengucapkan terima kasih kepada Patih Djiwonegoro dan para punggawanya atas jasa-jasanya dalam membangun beberapa jembatan di wilayah kadipaten Pemalang, maka, atas jasanya tersebut patih Djiwonegoro diberi gelar “sampun”, dan sejak saat itu Patih Djiwonegoro lebih dikenal sebagai Patih Sampun.

Ini merupakan suatu anugerah dan karakteristik bagi komisariat yang diberinama Komisariat Ki Patih Sampun. Nama tersebut menyimpan segala harapan yang amat besar dan penuh arti yang amat luas. Sejarah dari penamaan Ki Patih Sampun, ini mulanya pengurus Komisariat persiapan (awal deklarasi) kebingungan dalam hal penamaan. Pada akhirnya sekelompok mahasiswa sowan (bersilaturahmi) ke kediaman KH. Imron Khudlori, S. Ag. (sekarang sebagai Ketua PC IKA PMII Kab. Pemalang). Setelah mahasiswa tersebut menceritakan dan menanyakan perihal penamaan, spontan abah Imron mengucap "Patih Sampun", secara otomatis penamaan komisariat saat itu, diberi nama Komisariat Patih Sampun sampai sekarang. 

Dari awal Deklarasi Komisariat pada tanggal 19 Maret 2014, hingga kini sudah berumur 8 tahun jalan usia Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang tetap eksis mewarnai dinamika-dinamika kampus STIT Pemalang dengan senantiasa Satu barisan dan satu cita, pembela bangsa penegak agama, dan satu angkatan dan satu jiwa, pembela bangsa bebas merdeka. Dengan membawa rasa solidaritas dan loyalitas, arus yang bergulir-gulir dapat terlewati dengan cinta yang tumbuh subur. Seorang kader yang sadar akan pentingnya terima dan kasih,  Timbal dan balik, susah dan senang, cinta dan kasih, akan senantiasa memberikan impact perubahan disetiap masa khidmat. 

Kesadaran tersebut dapat diwujudkan, lantaran komitmen tanpa mencidrakan, loyal tanpa meninggalkan, solidaritas tanpa menyakitkan. Kini yang harus di pertahankan sepanjang masa, dan pergerakan tidak ada pudarnya. Walau rekam sejarah mengembalikan gerakan ke masa lampau, akan tetapi seklupit harapan dan cita-cita harus tetap terdepan, dengan progres-progres yang kuat dan matang merupakan jalan satu-satunya untuk menjangkau masa yang akan datang. 

Terselenggaranya pelantikan dan Rapat Kerja merupakan cerminan dari wujud perubahan komisariat. Pelantikan ke-8 ini, menganalogikan usia menuju kedewasaan, maka amat penting dalam sejarah Organisasi. Karena momentum tersebut sebagai barometer perubahan dimasa mendatang, baik dalam penyusunan program maupun strategi-strategi progresifitas komisariat dimasa selanjutnya. Tentunya hal tersebut terpatri pada tema yang dibawakan yaitu Merawat Pemikiran, membuat Pergerakan dan Membangun Perubahan. Makna dalam tema yang  dicanangkan dalam pelantikan dan Raker yaitu seorang kader dalam membangun sebuah perubahan dalam dirinya dan organisasi tentunya harus senantiasa komitmen dan konsisten dalam merawat wacana serta pemikiran, akan menghasilkan sebuah langkah transformatif berupa gerakan yang nyata, sehingga benih-benih perubahan dapat terbentuk dan dirasakan oleh setiap kader dan pengurus, yang orientasinya jangka panjang. Dengan orientasi di jangka panjang, tentunya pengurus  bukan hanya bersantai ria melainkan terus mengasah ketajaman analisa, kepemimpinan dan skill dalam melakukan segala hal persoalan. Dan hal tersebut ditanamkan dan dipupuk mulai dari sekarang. 

Foto peserta


Acara yang diselenggarakan 2 hari satu malam ini, dinilai sangat meriah dan sukses. Pasalnya kegiatan yang dimulai Sabtu 4 Februari 2023 di Balai Rakyat gedung DPRD Kabupaten Pemalang dimulai dengan penampilan-penampilan yang memukau dari segenap kader-kader PK Ki Patih Sampun STIT Pemalang. 





Diawali dengan penampilan nasyid oleh Sahabati Fernis Pangesti, paduan Suara oleh Anggota PMII Ki Patih Sampun, seni tari oleh sahabati Friska dan Majro'atul Barokah, kemudian penampilan puisi Arabian Poem oleh Sahabati Amalina, dan puisi Indonesian Oleh Sahabat Suley (Penyair 3 Dimensi, founder Forum Konsorsium Patih Sampun). Dari penampilan-penampilan tersebut memberikan kesan meriah dan menarik bagi suksesnya acara pelantikan. 

"Niat yang baik, semoga merupakan awal yang baik pula bagi Komisariat kedepan" Ucap Sahabat Ikhwan Rizki M selaku Ketua Komisariat Ki Patih Sampun Pemalang. 

Artinya bahwa, harapan Ketua Komisariat terhadap progres PMII terdepan agar senantiasa membawa secercah perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Prakata sambungan dari Ketua Komisariat yaitu Sahabat Anang Ma'ruf FR selaku demisioner Ketua Komisariat mewakili Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), 

"Kader PMII Ki Patih Sampun, harus berani menciptakan sebab yakni sebagai pelaku, serta kita harus berkaca pada Tri logi PMII, karena kita merupakan basis Ideologi. Dasar yang harus kita pegang yaitu dengan meningkatkan dan komitmen dalam bertaqwa kepada Allah Swt, Intelektualitas dan Profesionalitas" Ucapnya. 

Dengan kuat secara mental dan berbekal intelektual yang kuat, kader diharapkan dapat menjadi kader yang ahli secara mekanistik (aturan, langkah, formal) juga organistik (nilai-nilai, pendirian, komitmen) secara totalitas dan keseluruhan. 

Setelah prosesi pelantikan yang dipimpin oleh ketua Cabang Pemalang yakni Sahabati Siti Haniyatun Nisa, prakata pun di berikan kepada kepengurusan yang baru dilantik., 

" Selamat kepada sahabat-sahabati pengurus yang telah dilantik, semoga senantiasa amanah dan bertanggung jawab dalam mengembangkan PMII secara luas dan harapan, dan harapan ini harus didasari atas niat pribadi, dan ingat sahabat-sahabati, jalannya Komisariat di tangan sahabat-sahabati, semoga Komisariat akan lebih baik lagi. " Ucapnya. 

Selanjutnya yaitu sambutan dari Ibu Ajeng Triyani, A. Md. Selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Pemalang, dengan memberikan motivasi dan kesan pesan yang amat luarbiasa. 

"Dulu saat saya berproses di PMII, itu masih bisa terbilang sangat sederhana, akan tetapi dengan kemauan, kemampuan, komitmen dan konsisten yang kuat, alhamdulillah saya bisa melewatinya. " Ucapnya. 

"Yakinlah sahabat-sahabati bahwa proses yang kita lakukan merupakan sebuah keberkahan, karena PMII merupakan wadah yang tepat. Semangat berproses, dalam mengembangkan sebuah amanah sahabat-sahabati, semoga Allah meridhoi langkah-langkah kalian. " Lanjutnya. 

Artinya bahwa keberhasilan berproses kita, bukan di ukur dengan ambisi yang keras, akan tetapi dengan niat yang tulus dan bergerak yang ikhlas serta bertahap. Sehingga kita dalam berproses tidak terasa sulit, melainkan dalam berproses kita terasa enjoy. Acara berikutnya yaitu Upgrading yang diisi oleh Sahabat Adi Saputra Sebagai mentor Upgrading dan Sahabat Santo Pranowo dan Fajriyan sebagai mentor Intelektual. 




Dalam forum upgrading memberikan kesan yang amat vital yaitu terkait peran dan fungsi pengurus dalam mengemban organisasi yang terarah, dan tersistem. Kemudian hal tersebut berisi tentang penegasan bahwa pengurus sejatinya itu mengurusi bukan sebaliknya, tutur Sahabat Adi. Maknanya bahwa setiap pengurus harus mempunyai visi yang kuat dalam mengemban amanah secara inisiatif dan profesional. Menyambung upgrading terkait kualitas kader, di sampaikan oleh Sahabat Santo, bahwa proses yang dilakukan kader dan pengurus tentunya memiliki impact yang nyata dan relevan, terutamanya dalam peningkatan dari segi intelektual setiap kader. Karena intelektual tanpa proses secara konsisten, akan sia-sia dan tidak secara tuntas. Pasalnya kualitas seorang kader harus diasah dan diasuh melalui pengarahan dan pendampingan secara intens dan rutin oleh pengurus. 

Acara selanjutnya yaitu ceramah pergerakan yang diisi langsung oleh Sahabat Gus Imron Khudlori, S. Ag. 


Dalam forum ceramah pergerakan, membahas terkait refleksi sejarah PMII Pemalang yang berawal dari dua Komisariat yaitu Komisariat Assholeh dan Ki Patih Sampun. Dari keduanya tentunya mengalami fase-fase yang menyulitkan (dulu) dan menyenangkan (sekarang). Fase menyulitkan tentunya dulu dalam berproses, mau tidak mau harus terjun langsung dan harus terus kordinasi intens dengan cabang Pekalongan karena, cabang Pekalongan adalah satu-satunya cabang yang membesarkan kedua Komisariat yang ada di Pemalang. Kemudian fase Menyenangkan yaitu sekarang, kita sudah mempunyai cabang persiapan, jadi kordinasi-kordinasi dapat berjalan dengan mudah dan secara langsung, karena akses nya cepat dan mudah. 

"Teruslah berproses, karena kita menjadi ujung tombak Perubahan" Ucapnya. 

Adapun point-to-point dalam ceramah pergerakan yaitu: 

1. Tingkatkan dan perbanyak teori (literasi) dengan membaca buku sampai kita cerdas. 

2. Situasi yang kita hadapi adalah sumber pelajaran kita, untuk menghadapi kondisi dimasa depan

3. Berproses sampai tuntas, jangan setengah-setengah

4.Kader PMII harus berani membuka ruang untuk masyarakat demi terealisasi nya intelektual

5. Kader PMII harus siap mengolah dan mengelola, dalam menciptakan rasa asah dan asuh satu sama lain

6. Kuasailah ruang-ruang strategis melalui kuatnya jaringan dan relasi

7. Jagalah solidaritas antar kader, karena itu yang akan membawa perubahan dan ikatan dimasa depan. 

Daru beberapa point-point yang amat penting, tentunya diharapkan dapat diaplikasikan oleh pengurus dan kader PMII. Karena berjalannya sistem kepengurusan akan mempengaruhi bobot dari perubahan yang telah kita bangun, dan hal tersebut bisa melalui pengikatan solidaritas pengurus. Berdasar pada solidaritas, akan melahirkan kekuatan kerjasama yang satu dan rasa kepercayaan yang utuh. 

Kemudian harapan para senior dan alumni, tentunya terkait perihal kualitas dan kapasitas. Keduanya tidak akan terpisah, karena hal tersebut merupakan inti dari proses kaderisasi yaitu meningkatkan kapasitas diri dan kualitas. Akan tetapi, untuk meraih keduanya tidak secara instan/mudah melainkan harus melewati proses yang lama dan serius. Maka itu proses kaderisasi, harus didasari kemauan yang kuat dari personality setiap kader dalam menjalankan roda organisasi step by step.  Walaupun daya sugesti itu beriringan, akan tetapi hal tersebut membutuhkan konsentrasi dan konsistensi dalam mencapainya. Seperti halnya Pangeran Djiwonegoro (Mbah Patih Sampun) yang memiliki daya karya atau pembangunan yang diluar nalar, contoh membuat jembatan tanpa menyentuh, akan tetapi sekali bicara "sampun dados" (Sudah Jadi),  beneran sudah jadi sebuah jembatan. Artinya bahwa setiap kader mempunyai daya karya atau produksi masing-masing, sesuai dengan kemampuannya dalam meyakinkan. Atau istilah di warga PMII, mumpuni secara ideologi. Kader inti Ideologi memiliki ciri khas masing-masing dalam memaknai dan melakukan perbuatan, atas dasar cinta, percaya, dan yakin bahwa PMII merupakan satu-satunya wadah yang tepat, untuk kita berkembang. Maka dari itu tokoh Pangeran Patih Sampun menjadi teladan kader-kader PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang dalam hal produktifitas, kreatifitas, ideologi, kesungguhan, kepercayaan, ketekunan, kebijaksanaan, kecerdasan dan konsisten dalam pembangunan kadipaten menuju kabupaten Pemalang ini. Semoga sesepuh-sesepuh kabupaten Pemalang di berikan tempat di sisi Allah SWT, selapang-lapangnya dan jasa-jasanya dapat menjadi amal jariyah yang kekal ila yaumil qiyamah.... 

Syaiulillahi Lana wala humul Fatihah..... 

Penulis: Sahabat Pergerakan

#Pkpmiikipatihsampun

#konsorsiumpatihsampun




Senin, 16 Januari 2023

Sukses!!! Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VII PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang, siapkan Regenerasi yang Totalitas dan Solidaritas bakal Nahkoda pergerakan yang tak akan pernah berhenti sepanjang masa

 Pergerakan Takan Pernah Berhenti!!!

Pemalang -Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang menyelenggarakan agenda Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VII  dengan mengusung tema “Pergerakan Takan Pernah Berhenti” di SMP Al-Manshuriyah Kel. Mengori Kab. Pemalang, Jum’at,(30/12/ 2022).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi kaderisasi. Maka istilah regenerasi dalam kepengurusan merupakan hal yang wajib dilakukan. Itu semua penuh keniscayaan, dimaksudkan agar segala perjuangan, marwah dan nilai-nilai organisasi terutama di komisariat Ki Patih Sampun dapat dipertahankan dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi-generasi yang komitmen dan totalitas yang diharapkan oleh mayoritas kepengurusan sebelumnya. Oleh karena itu untuk dapat mencapai hal tersebut Komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang masa khidmat 2021-2022 berikhtiar penuh keyakinan menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VII yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam PMII di tingkat Komisariat.

Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VII PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang yang telah  terselenggarakan selama 2 hari, dari Jum’at hingga Sabtu di SMP Al-Manshuriyah merupakan momentum yang sangat vital bagi progress komisariat, kenapa hal tersebut sangat vital? Karena dengan melalui momentum tersebut akan merumuskan regulasi dan formula baru yang diraih melalui evaluasi kepengurusan sebelumnya, dan sebagai ajang dalam memilih dan menyepakati ketua komisariat yang baru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota dan kader PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang, perwakilan dari pengurus Cabang Persiapan PMII Pemalang dan segenap senior PMII Patih Sampun serta tamu undangan yang lainnya.

Pada kegiatan Rapat Tahunan  Komisariat (RTK) yang ke Tujuh ini, mengambil tema “Pergerakan Takan Pernah Berhenti” merupakan sebuah gambaran semangat dan totalitas seorang kader dalam meneruskan regenerasi selanjutnya. Hal tersebut selaras dengan prakata ketua panitia dalam kesempatan sambutan dalam pembukaan acara.

“Kegiatan yang pada hari ini dilaksanakan, yaitu Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang ke 7 ini merupakan momen yang sangat penting untuk kemajuan komisariat, apalagi dengan tema yang dicanangkan yaitu Pergerakan takan pernah berhenti, artinya bahwa generasi sekarang (Kader-kader) dapat menyiapkan diri, untuk dapat meneruskan pergerakannya dalam melanjutkan progress komisariat kedepan” Ucap Sahabat Anam.

Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kesiapan seorang kader dan anggota dimulai dari sekarang, baik kesiapan secara mental, relasi dan intelektual dalam meneruskan jasa ide-ide, fail (pelaku) perubahan yang nyata sehingga dapat dirasakan oleh kader-kader PK PMII Ki Patih Sampun secara komprehensif. Tentunya dalam pengembangan kader dan pemberdayaan kader yang mengarah pada peningkatan kualitas dapat dilaksanakan secara berlanjut dan terus menerus.

“Harapanya dalam kesempatan RTK kali ini, roda organisasi ini harus terus berjalan bagaimana mestinya, karena hampir 8 tahun PMII Ki Patih Sampun hadir ditengah-tengah kampus STIT Pemalang, harapan terbesar saya yaitu dalam regenerasi agar terus berjalan, tanpa berhenti sesuai dengan tema RTK VII yaitu Pergerakan Takan Pernah Berhenti” Ucap Sahabat M Adi Saputra selaku demisioner ketua PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang.

Ucapan yang serupa dari Sahabat Adi di perkuat dengan ungkapan dan sambutan dari Sahabat Syaeful Kamaludin (demisioner ketua PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang yang pertama) dalam sambutannya memberikan sebuah motivasi yang melahirkan sebuah Ghiroh pergerakan yang membara-bara di setiap tubuh kader.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat kader-kader aktif yang tentunya akan melaksanakan RTK, mudah-mudahan yang pertama dalam rapat ini akan menjadi forum evaluasi dan kemudian bisa dijadikan sebagai pedoman dari apa yang perlu ditingkatkan ya ditingkatkan, kemudian tantangan dan kondisi, hari ini tentunya berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dengan melalui Inovasi dan Kreatifitas dapat menciptakan sebuah prodak gerakan yang benar-benar dapat dirasakan oleh keluarga besar PMII Ki Patih Sampun Pemalang tentunya dengan adanya kontribusi-kontribusi yang besar dari seluruh kader-kader.” Ucap Sahabat Syaeful Kamaludin.

Ungkapan yang sangat memberikan pesan yang amat mendalam disampaikan oleh demisioner ketua komisariat yang pertama kepada kader-kader yang hadir menjadi inspirasi dan motivasi dalam berpartisipasi ide dan gagasan intelektual dalam membangun sebuah pergerakan-pergerakan yang besar.

“Sebagai Kader jangan sampai meninggalkan budaya-budaya intelektual melalui peningkatan wacana dan kritis salah satunya membaca dan diskusi, karena dari hal tersebut akan lebih memantaskan diri untuk mewujudkan ide, gagasan dan gerakan yang menjadi solving atas problematika yang ada ditengah-tengah kita” Lanjutnya.

Selanjutnya disampaikan oleh senior Patih Sampun Pemalang yaitu Sahabat Anang Ma’ruf FR, yang memberikan sebuah kata-kata bijak dan analogi-analogi Ghiroh dalam bergerak yang inovatif dan reflektif bagi kemajuan komisariat, dalam sambutannya,

“RTK ini hanya sebuah Ceremonial, akan tetapi datangnya kalian pada hari ini merupakan bagian proses dalam menggali Intelektual: daya mengamati, kritis, dari segala situasi yang ada di RTK. Itu yang sangat diperlukan, yang menjadi ketua siapa itu tidak penting, yang penting kita menjalani segala proses sebelumnya dan sesudahnya artinya bahwa hari ini kita mencoba menggali dan membangun pergerakan kita yang kemungkinan besar jauh dari intelektual yang tidak hanya didapatkan pada ruang-ruan perkuliahan. Namun hari ini kita sadari semua bahwa di PMII menjadikan kita dalam berfikir secara bebas, gali serta pelajari pemikiran-pemikiran dan gagasan yang luas, lalu kemudian kembangkan dengan membentuk kelompok-kelompok dengan ide atau gagasan yang kita tuangkan didalamnya, itulah yang dinamakan sebuah proses.” Ucap Sahabat Anang Ma’ruf FR.

Setelah sambutan ketiga, tibalah sambutan dari perwakilan Cabang Persiapan PMII Pemalang, dalam hal ini diwakilkan oleh Sahabati Risma,

“Keluarkanlah semangat kalian pada kesempatan RTK yang Ke 7 kali ini, harapannya dapat berjalan dengan lancer dan dapat melahirkan prodak-prodak hokum yang nantinya akan diimplementasikan di komisariat, siapa yang menjadi ketua itu tidak menjadi persoalan yang penting yang penting proses kalian dalam melaksanakan kegiatan pada kali ini dengan dengan penuh sportifitas dan Khidmat, sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancer” Ucap Sahabat Risma Amalia selaku perwakilan dari Cabang Persiapan PMII Pemalang

Dalam kesempatan RTK yang ke VII, respon baik diberikan oleh Cabang persiapan PMII Pemalang, dengan dibuktikan dengan pengawalan acara dari awal hingga akhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa wujud komitmenitas pengurus dalam terus membangun dan menciptakan Ghiroh solidaritas serta sinergitas antar kader akan senantiasa terus dilestarikan dan dibudayakan untuk bersama-sama membangun perubahan. Tibalah pembukaan acara dilakukan oleh perwakilan cabang persiapan, tentunya dengan segala harapan dan keyakinan suksesnya agenda Rapat Tahunan Komisariat,

“Dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahiim Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VII PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang dengan tema “ Pergerakan Takan Pernah Berhenti” resmi kami buka.....” lanjutnya.

Dok. Sidang Pleno I
 

Forum Rapat Tahunan Komisariat (RTK) dimulai dengan beberapa sidang. Dari Sidang Pleno I, Pleno II, Pleno III, dan Pleno VI. Sidangan yang pertama, yaitu sidang Pleno I yaitu forum permusyawaratan atau persidangan yang membahas tentang Tata tertib persidangan. Dalam persidangan Tartib dipimpin langsung oleh kepanitiaan SC, diantara pimpinan sidang antara lain: ketua sidang yaitu Sahabati Tiara, Sekretaris sidang yaitu Sahabat Sule dan Anggota sidang yaitu Sahabat Peje. Dalam persidangan pleno I berjalan dengan lancer dan menghasilkan mufakat yang damai, dilihat dari timbulnya interaksi dari peserta sidang dengan pimpinan sidang.

Selanjutnya  yaitu sidang Pleno II yaitu Laporan Pertanggungjawaban dan Pendemisioneran pengurus masa khidmat 2021-2022, dengan dipimpin oleh Sahabat Anam sebagai Pimpinan sidang, Sahabat Adam sebagai sekretaris sidang, dan Sahabati Risti sebagai anggota sidang. Dalam sesi sidang pleno II berjalan dengan lancar, dan dalam forum tersebut banyak yang perlu di evaluasi, baik dari segi program kerja maupun kondisi-kondisi komisariat. Setelah penyampaian LPJ dan dilanjutkan pendemisioneran pengurus, sesi sidang selanjutnya yaitu Sidang pleno III yaitu sidang komisi. Dalam sidang pleno III, di bagi menjadi dua kelompok, yaitu komisi A dan komisi B. Sidang pleno III berjalan dengan lancar, walaupun didalam kelompok ada perubahan ataupun penambahan, namun hal tersebut dapat diterima dan disepakati oleh forum.

Tiba saatnya Sidang pleno IV yaitu sidang Tata tertib pemilihan ketua, yang dipimpin oleh delegasi dari cabang persiapan Pemalang, yaitu Sahabat Richo sebagai pimpinan sidang, Sahabati Risma sebagai sekretaris dan Sahabat Imam sebagai anggota. Dalam persidangan kali ini benar-benar ketat, baik dari pimpinan sidang maupun peserta sidang, dikarenakan point-point draf  pleno IV sangat menentukan siapa yang nantinya dicalonkan. Setelah pembahasan draf tartib pemilihan ketua, selanjutnya proses pencalonan kandidat bakal calon ketua komisariat. Dalam pencalonan ada 5 opsi calon kandidat, setelah itu proses penyeleksian kandidat sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepakati pada draf sebelumnya.

Nuansa kontestasi sangat terasa dan dirasakan oleh masing-masing calon dan masing-masing pengopsipun saling menguatkan,

“...sampai-sampai lampu yang tadinya menyala, proyektor yang tadinya menampilkan, seketika itu mati total, satu jagat Mengori mati lampu, ditambah suram dengan dahsyatnya hujan mengguyur daerah setempat bercampur angin kencang....”

Hal tersebut menandakan bahwa momentum tersebut sangatlah sakral dalam kesempatan Rapat Tahunan Komisariat (RTK). Sejalan dengan kontestasi calon, pimpinan sidang pun menawarkan kepada forum terkait sesi berikutnya setelah ketentuan-ketentuan di draf sudah terpenuhi, akhirnya forum menyepakati untuk dilakukannya Lobbying pengopsi. Dalam proses lobby sebagai mediasi ditunjukklah anggota sidang, pertarungan argument antar pengopsi sangat kuat, hingga akhirnya, dari berbagai pertimbangan dan konsekuensi dengan segamblang-gamblangnya di curahkan oleh pengopsi.

Dok. Ketua Terpilih

Dari hasil mediasi proses Lobbying pengopsi, memutuskan satu calon yang terpilih, yaitu Sahabat Ikhwan Rizki Mutaqim sebagai mandataris ketua PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang masa khidmat 2022-2023.

Sebuah amanat baru yang diberikan oleh sahabat Ikhwan Rizki Mutaqim sebagai Ketua terpilih, tentunya memiliki harapan yang sangat besar untuk keberlangsungan komisariat selama satu periode, semoga segala apa yang sudah menjadi kesepakat bersama dan amanat bersama, dimudahkan oleh Allah SWT.

Untukmu satu tanah airku....

Untukmu satu keyakinanku...

Inilah kami wahai Indonesia satu angkatan dan satu jiwa...

Putera bangsa bebas merdeka....

Tangan terkepal dan maju kemuka...

Salam Pergerakan!!!

 

Penulis : Sahabat Khoirul Anam

Minggu, 25 Desember 2022

Membedah rumah agar lebih menarik, membedah buku semakin asyik, Biro Pengembangan Intelektual dan Riset sukses gelar Bedah Buku "Aku Lupa Bahwa, Aku Perempuan"

Dokumentasi Bedah Buku

Membaca adalah bagian dari mengenal, mengkaji adalah bagian dari mengerti, namun membedah adalah bagian dari proses memahami isi, mengenali maksud, mentransformasi informasi dan hikmah kedalam kehidupan sehari-hari. Itu mengapa pentingnya, agenda membedah buku secara bersama-sama, karena untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru yang bahannya adalah buku, namun pemikiran-pemikiran itu dihasilkan oleh daya saring peserta dalam memahami buku. 

Pada Kamis/22/12/12- Biro Pengembangan Intelektual dan Riset PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang sukses gelar agenda Bedah Buku perdana, dengan judul Buku "Aku Lupa Bahwa aku Perempuan" Karya  Ihsan Abdul qudus, juga bertepatan momentum hari Ibu. Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh segenap Anggota dan Kader PMII Ki Patih Sampun Pemalang dan sebagai pemantik yaitu Sahabati Kristia Monika (Demisioner PMII Ki Patih Sampun 2021-202) bertempat di Kediaman Sahabati Andini -Mulyoharjo, Pemalang. 

Diskusi Bedah buku yang telah berlangsung, bisa di katakan beda dengan yang lain. Lantas kenapa?,  ya berbeda, karena tema buku yang di Bedah, merupakan kisah seseorang perempuan yang tangguh dari Mesir, dengan segala hal yang dilakukan, berupaya agar apa yang diharapkan dapat diraihnya tanpa ada yang menghalangi dan mengintervensi. 
Jadi dalam pembahasannya sangat menarik, dan tambah nggreget. Sebelum diskusi bedah buku dimulai prakata semangat pun tersampaikan oleh ketua Biro Pengembangan Intelektual dan Riset yaitu Sahabat Fajriyan (Bung Peje) 
"Kegiatan Bedah buku ini, dapat terealisasi dengan pembahasan yang amat penting, terutama bagi kalangan pemuda dalam berkarir, karena dalam kisahnya sangat unik, maka dari itu, saya harap sahabat-sahabati sekalian dapat memaksimalkan, agar intelektual kalian dan riset kalian dapat terasah melalui kegiatan pada siang hari ini. Persoalannya bahwa nanti tahun 2045, Indonesia akan mengalami tahun keemasan, dan masa sekarang merupakan masa yang tepat untuk mempersiapkan segala kebutuhan baik keilmuan maupun skill keahlian, maka dari itu melalui kegiatan ini dapat membawa kemanfaatan baik dunia maupun akhirat" Ungkap Bung Peje. 

Dari pernyataan tersebut mengartikan bahwa pentingnya bagi setiap kader dalam peningkatan intelektual dalam setiap keilmuan apapun, karena masa yang akan datang tidak memastikan satu bidang keilmuan, namun bervariatif sesuai dengan kondisi yang membutuhkan keilmuan sebagai pendukung. Hal tersebut lebih mengerucut terhadap kualitas kader yang dimiliki,  sesuai dengan sambutan ketua Komisariat dalam pembukaan Bedah Buku. 
" Kualitas dan potensi diri seorang kader dapat meningkat dengan melalui kegiatan-kegiatan sepertihalnya tersebut. Dan semoga ini merupakan awal hal-hal yang baik, dan akan memunculkan hal-hal yang baik kedepannya. " Ungkap Sahabat Adi Saputra. 

Dalam pembahasan diskusi bedah buku yang di bawakan oleh pemantik memberikan kesan dan pesan yang amat besar, tentunya dalam mengambil sikap dan melaksanakan sikap. Karena segala hal apapun pasti berisiko, walaupun dilihat di sisi baik maupun buruk. Tentu ini gambaran seorang Suad yang berpegang teguh terhadap prinsip dan kemauan, walaupun di sisi lain orang menilai negatif, namun kita sebagai seseorang yang kritis, tidak memandang salah satu sisi sajah namun dari berbagai sisi dimana Suad dalam mencapai impiannya. 

Untuk dapat mengetahui sisi negatif dan positif seorang Suad dalam menempuh kariernya (dalam bukunya), akhirnya dalam forum diskusi di pecah menjadi 2 kubu, dari masing-masing kubu menilai dari sisi positif dan negatif, namun berjalannya diskusi dengan cara tersebut, tidak memberikan titik temu, malah lebih mengerucut saling berdebat. Namun dengan pembawaan sang pemantik yang bijaksana, membawa suasana pembahasan kembali fokus seperti awal pembahasan.
Melihat sikap suad yang dipandang terlalu ambisius, sehingga lupa terhadap kodratnya sebagai perempuan merupakan kemampuannya dalam bergaul dan berinteraksi, ditambah skill ber dialektika nya terhadap orang lain yang harus di acungi jempol, namun kegigihannya bisa runtuh karena terhampar dengan keheningan nya ketika sendirian. Lantas apa yang membuat suad merasa hening? Tentunya karena kegiatan-kegiatannya yang dirasa padat, terlalu sibuk dengan interaksi sosial dengan orang-orang yang ternama dalam bidang politik, partai dan aktivis perempuan. Dengan kesibukannya yang semakin meluas ditambah jaringan yang banyak, menjadikan suad ketika pulang, dengan kondisi kesendiriannya, rasa kebingungan, hampa melanda nya, maka dari itu rasa hening yang dirasakan oleh seorang Suad. Melalui proses yang teramat terjal dan menantang baginya, merupakan sebuah permainan dan hiburan tertentu baginya. Walaupun seterjal apapun, prinsip Suad dalam mencapai karirnya sebagai doktor dan politikus tidak tergentar sekalipun, hal ini dibuktikan dengan kebijakannya memutuskan berpisah dengan suaminya Abdul Hamid, dan dokter Kamal, karena adanya ketidak cocokan baik kebiasaannya maupun pemikirannya. 
Kesimpulannya bahwa setiap manusia berhak memilih dan bebas bertindak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, namun harus mengetahui keterbatasan, baik kelemahan dan kelebihan. Dan yang harus di ambil hikmahnya dari kisah di buku "Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan" Adalah menjadi seorang akademisi agar senantiasa fokus terhadap tujuan, mempunyai pendirian yang kuat, dan berusaha mencapai perubahan, baik perempuan maupun lagi, semuanya memiliki kemampuan dan kemauan yang berpotensi keberhasilan. 
Foto bersama

Join pdf, Silahkan Komen di kolom bawah



Penulis: Bung_Ley

Selasa, 29 November 2022

Sukses Gelar Harlah KOPRI Ke-55 PK PMII Ki Patih Sampun Pemalang, Siap Menggelorakan Kesetaraan dan Keserasian Kader Perempuan dan Laki-laki dalam Pemikiran dan Peran Kepemimpinan

 

Dokumentasi Harlah

Prawacana

Munculnya wacana terbentuknya KOPRI, ini berawal dari keinginan kaum perempuan untuk memiliki ruang sendiri dalam beraktifitas, sehingga mereka dapat bebas mengeluarkan pendapat atau apapun. keinginan yang didukung sepenuhnya oleh kaum laki-laki saat itu. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) lahir pada tanggal 25 November 1967 di Semarang, dengan status semi otonom yang sebelumnya merupakan follow up atas dilaksanakannya Training Kursus keputrian di Jakarta pada tanggal 16 Februari 1966 yang melahirkan Panca Norma KOPRI.

Disisi lain, melihat kondisi gerakan perempuan pada saat berdirinya KOPRI baru sebatas emansipasi perempuan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. Misalnya di NU, yaitu Muslimat dengan mengadakan kegiatan pengabdian sosial kemasyarakatan. Dalam tahap awal berdirinya, KOPRI banyak mengadopsi dan melakukan kerjasama dengan Muslimat, serta beberapa organisasi perempuan lain yang sudah lebih dahulu ada saat itu. Pada saat pertama kali berdiri, sebagaimana organisasi perempuan yang ada pada waktu itu, KOPRI hanya semata-mata sebagai wadah mobilisasi perempuan. Alasan mengapa ada KOPRI? tak lain karena dirasa perlu untuk mengorganisir kekuatan perempuan PMII untuk bisa menopang organisasi yang menaunginya (PMII). Hal ini seperti juga terjadi di organisasi-organisasi lain baik organisasi mahasiswa, ormas keagamaan, maupun organisasi politik.

Yang perlu diketahui bahwa secara historis struktural yang mendorong lahirnya KOPRI sebagai organisasi ekstra kampus yang nota bene merupakan kumpulan intelektual muda, dimana pada perkembangan awalnya perempuan di PMII masih termasuk dalam bidang keputrian. Tapi dengan kebutuhan serta didukung adanya kualitas dan kuantitas yang ada, menimbulkan keinginan yang tidak terbendung untuk mendirikan KOPRI sebagai otonom di PMII. Alasannya adalah sebagai upaya guna peningkatan partisipasi perempuan serta pengembangan wawasan wilayah-wilayah kerja sosial kemasyarakatan.

Kiranya Korps PMII Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam usia genap 55 tahun, ini bukan lagi usia yang muda melainkan memasuki usia yang sangat matang. Artinya bahwa kopri yang memiliki fungsional sebagai wadah perempuan khususnya, mimiliki pemikiran yang lebih relevan dan dapat memberikan partisipan terhadap pembangun baik lingkup komisariat, cabang, PKC maupun PB, bahkan di ranah public pun, Kopri dapat berkontribusi didalamnya. Dengan pernyataan tersebut peran Kopri dapat memberikan ide atau gagasannya untuk menyalurkan kemajuan, tak jauh dari tema yang dicanangkan oleh pengurus besar yaitu 55 Tahun Kopri Mandiri dan Maju Untuk Indonesia, tidak bergantung pada siapapun atau apapun. Hal tersebut mengarah pada kesiapan Kopri untuk tetap membuka wawasan intelektual, melalui giat belajar dengan membaca atau dengan berdiskusi. Hal tersebut sangat beralasan, agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang kurang responsif gender.

Pada Minggu, 27/11/2022. Telah terselenggaranya peringatan Hari lahir Korp PMII Putri (KOPRI) yang ke-55 PK PMII Ki Patih Sampun STIT Pemalang di rumah sahabati Tiara, Jebed Utara, Pemalang. Kegiatan yang dilakukan tersebut diselenggarakan oleh lembaga keperempuanan komisariat yang menjadi ketua lembaga yaitu sahabati Sofie Anggraeni, dengan di bantu dengan kader-kader yang lain. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap kader-kader Ki Patih Sampun Pemalang dan senior PMII.

Acara tersebut merupakan suatu bentuk respon kita, terutama lembaga keperempuanan di komisariat terhadap hari lahirnya Kopri yang ke-55. Dari kesempatan ini kader-kader putri komisariat dapat berunjuk gigi serta mengeksplor kemampuannya dalam berinteraksi sosial. Dalam momentum hari lahirnya Kopri tersebut, dijadikan moment untuk menggelorakan semangat dalam berproses. Hal tersebut diungkapkan oleh Sahabat Sofie Anggraeni selaku ketua lembaga keperempuanan.

Kegiatan harlah dimulai sekitar pukul 11.00, dengan dibuka dengan pembukaan. Dalam kesempatan pembukaan, ungkapan dari sahabat Adi Saputra selaku ketua komisariat mengucapkan:

“Melalui kesempatan harlah Kopri ini, saatnya Seorang kader dapat menumbuhkan Ghiroh dalam bergerak, terlebih kader Putri yang sedang berproses harus dapat bersemangat dan terus bersolidaritas” Ucapnya.

Dalam kesempatan peringatan harlah Kopri, juga di support penuh oleh mandataris Ketua Kopri Cabang Persiapan PMII Pemalang yaitu sahabati Siti Ma’rifah, dengan memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada kader-kader putri. Dalam penyampaiannya senantiasa memberikan motivasi dan refleksi Gerakan perempuan yang selalu memberikan kontribusi terhadap perubahan, terutama pada komisariat maupun kampus. Hal ini sesuai dengan salah satu sifat PMII yaitu independent (Merdeka), artinya bahwa setiap kader pempunyai hak berbicara dan hak dalam berperan. Dengan itu, prinsip kemerdekaan yang dimaksud dalam Ke-koprian yaitu senantiasa mengimplementasi kesetaraan gender dalam pekerjaan. Karena dengan pengaplikasian kesetaraan gender, dapat mengantisipasi bias gender yang mengarah pada mengesampingkan peran perempuan.


Dok. Women's Talk

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan sesi Women's talk. Dalam sesi Women's talk yaitu momentum yang di berikan untuk para peserta agar dapat mengungkapkan atau menceritakan, baik pengalaman maupun plan kedepan dalam berproses. Dan dari sekian banyaknya peserta, dapat mengungkapkan pengalaman yang sampai sekarang masih membekas atau tidak terlupakan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan ruang kepada peserta, agar dapat berbicara dan beraspirasi agar menimbulkan dialektika yang baik. 


Selanjutnya yaitu Games cerdas cermat yang bertujuan untuk mengingat dan merefleksi soal-soal Ke-PMII-an juga Ke-Koprian. Dalam games yang berlangsung di pimpin oleh sie acara, dengan memberikan penjelasan terkait mekanisme jalannya games tersebut. Soal-soal cerdas cermat dalam kesempatan games antara lain:

Ke PMII an

1. Sebutkan Trilogi PMII ?

2. PMII didirikan pada tanggal dan dimana ?

3. Di juluki sebagai Pendekar Pena, siapakah ketua umum pertama PMII ?

Ke Koprian

1. Apa yg dimaksud dengan Kopri ?

2. Kenapa harus ada nya Kopri ?

3. Siapa Ketua Kopri PB PMII ?

 Ke Perempuan

1. Mengapa perlu dilakukan pemberdayaan perempuan ?

2. Apakah kesetaraan gender diperuntukkan bagi perempuan ?

3. Sifat dan karakteristik perempuan disebut ?


Setelah games usai, dilanjutkan dengan tasyakuran yaitu dengan pemotongan roti, yang dalam hal ini langsung dipimpin oleh ketua Kopri Cabang yaitu Sahabati Siti Ma’rifah. Namun sebelum pemotongan segala harapan terucap dari kader-kader komisariat Ki Patih Sampun STIT Pemalang, yang salah satunya memberika harapan agar dengan melalui Harlah Kopri yang ke-55 ini, setiap kader dapat mengekspresikan semangat dalam berkontribusi terhadap perubahan bangsa, agama, budaya, pendidikan dan ekonomi agar menjadi maju dan mandiri. Tentunya melalui semangat juang yang tinggi dan pengorbanan yang totalitas akan mewujudkan segala harapan untuk PMII kedepan.



“diharapan Kader-kader Komisariat PMII Ki Patih Sampun terkhusus kader putri dapat menyelaraskan antara kesetaraan dan keserasian gender dalam berinteraksi sosial di kampus maupun di komisariat" Ucap Bpk. Dr. Muammar., M. Ag. 

Selain itu, dalam kesempatan ramah tamah, Bpk Muammar juga memberikan motivasi yang amat penting dan mendalam. Yaitu tentang dinamika kehidupan yang kadang berlainan dengan harapan kita. Dalam motivasi nya

"kalian jangan pesimis terhadap masa depan, Optimislah terhadap perubahan, karena yang saya rasa mencoba prosentasekan ketika menjadi mahasiswa 85% saya dapat di ruang non-akademik yaitu organisasi, itu perihal skill, keahlian, jaringan, kebiasaan dan keterampilan. Namun kalau perihal keilmuan 95% diraih di ruang akademik yaitu perkuliahan" Ucapnya. 

Artinya bahwa sangat vital sekali fungsi organisasi untuk terbentuknya pribadi yang kuat secara intelektualitas maupun spiritualitas, terlebih melalui momentum yang sangat tepat seperti ini, yaitu Hari lahir Korp PMII Putri. Tentunya harapan kopri kedepan, terkhusus Perempuan yang berproses di komisariat, untuk terus menggelorakan  kontribusinya kedalam bentuk gerakan yang mengarah pada peningkatan kualitas diri. Dan dari sinilah, secara kuantitas upaya komisariat untuk mencetak generasi yang dapat memberikan inovasi dan diwujudkan dengan dorongan yang membawa perubahan terhadap dirinya maupun komisariat dikancah kemajuan zaman dan transformasi budaya klasik-modern. 


Foto bersama anggota/kader dan Pengurus


Editor: Sahabat Sule

 

 

Jeritan yang Tak Pernah Usai di Tengah Mesin Kapitalisme

Setiap tanggal 1 Mei, dunia seolah berhenti sejenak untuk mengingat satu kelompok yang selama ini justru membuat dunia terus bergerak: buruh...